MTs N 10 Tasikmalaya, Januari 2026 - Memasuki semester baru, siswa kelas 9 kembali diajak menggali nilai-nilai spiritual dalam kegiatan kokurikuler bertema besar: "Keteladanan Nabi dan Rasul dalam Menumbuhkan Eksistensi Remaja di Ruang Digital." Di tengah gempuran tren media sosial yang dinamis, pertemuan pertama ini fokus pada fondasi paling mendasar, yaitu memahami sifat-sifat wajib bagi Rasul melalui metode Nadom (pujian berirama).
Mengapa Harus Sifat Rasul di Ruang Digital?
Mungkin banyak yang bertanya, apa hubungannya sifat Rasul ribuan tahun lalu dengan etika berinternet sekarang? Jawabannya adalah integritas.
Dalam pertemuan pembuka ini, para siswa bersama-sama melantunkan nadom sifat wajib Rasul: Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah. Kegiatan ini bukan sekadar hafalan, melainkan upaya internalisasi nilai agar remaja kelas 9 mampu menjadi "Influencer Kebaikan" di dunia maya.
4 Pilar Eksistensi Remaja Beradab:
Melalui bait-bait nadom yang dilantunkan, siswa diajak membedah relevansinya:
Siddiq (Benar): Melawan hoax dengan selalu mengunggah konten yang jujur.
Amanah (Terpercaya): Menjaga data pribadi dan menghargai hak cipta orang lain.
Tabligh (Menyampaikan): Menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan positif dan edukatif.
Fathonah (Cerdas): Bijak dalam menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi di kolom komentar.
"Eksistensi remaja di ruang digital bukan diukur dari seberapa banyak likes, tapi dari seberapa bermanfaat dan jujurnya konten yang kita bagikan. Nadom ini adalah 'reminder' ritmis bagi kita semua." — Team Pembimbing Kokurikuler.
Nadom Sifat Wajib Rosul
Posting Komentar